Selasa, 22 Oktober 2019, WIB "PPPPTK IPA SIAP MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI"

Sabtu, 07 Sep 2019, 17:19:48 WIB, 540 View Boris, Kategori : Diklat

Dalam sebulan ini, PPPPTK IPA memfasilitasi guru-guru di dua SMA pusat zona di Kotamadya Bogor untuk mengembangkan Panduan Pembelajaran Berbasis STEM (Science, Engineering, Technology and Mathematic). Kedua SMA tersebut adalah SMA Negeri 3 Kotamdaya Bogor dengan 4 sekolah SMA imbas di sekitarnya dan SMA Negeri 5 Kotamadya Bogor dengan 5 SMA imbas di sekitarnya. Pada kegiatan IHT dalam mendukung Implementasi Sekolah Zonasi yang diselengarakan pada tanggal 14 Agustus 2019 dan 3 September 2019, PPPPTK IPA menugaskan widyaiswara pengembang STEM untuk mendampingi para guru. Kegiatan IHT ini dihadiri oleh seluruh guru mata pelajaran di SMA pusat zona dan perwakilan guru dari sekolah imbas.

Salah satu tujuan kegiatan IHT tersebut adalah menyosialisasikan dan meningkatkan keterampilan para guru dalam menyusun pembelajaran berbasis STEM. Oleh karena itu, pada kegiatan IHT ini fasilitator dari PPPPTK IPA memaparkan latar berlakang, karakteristik, keberkaitan pembelajaran berbasis STEM dengan kurikulum 2013, dan contoh implementasinya, serta membimbing langsung para guru membuat Panduan Pembelajaran Berbasis STEM melalui kegiatan praktik. Harapannya, melalui fasilitasi tersebut para guru bukan sekadar memahami pembelajaran berbasis STEM, tetapi terampil pula mengembangkan dan melaksanakan pembelajarannya. Pada akhirnya, berbekal pengalaman praktik tersebut, guru-guru di sekolah pusat zona maupun sekolah imbas di Kotamadya Bogor dapat mengembangkan sendiri panduan pembelajaran berbasis STEM untuk topik-topik lainnya yang relevan sesuai kelompok mata pelajarannya masing-masing.

Seperti telah diketahui, pembelajaran berbais STEM bukan sekadar menggabungkan dan menggajarkan keempat subjek tersebut secara bersamaan. Akan tetapi, pembelajaran berbasis STEM adalah proses yang memfasilitasi peserta didik untuk mengaplikasikan pengetahuan sains ke dalam bentuk produk teknologi yang dapat mengatasi permasalahan sehari-hari. Melalui pembelajaran ini, guru melatihkan peserta didik untuk menjadi kreatif menghasilkan teknologi bermanfaat yang dapat digunakan dalam kehidupannya yang didahului dengan proses perancangan produknya. Penerapan pembelajaran berbasis STEM dapat mendorong peserta didik untuk mendesain, mengembangkan dan memanfaatkan teknologi, mengasah kognitif, manipulatif dan afektif, serta mengaplikasikan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya. Banyak hasil kajian menunjukkan bahwa Implementasi pembelajaran berbasis STEM mampu meningkatkan penguasaan pengetahuan, sarana mengaplikasikan pengetahuan untuk memecahkan masalah, serta mendorong peserta didik untuk mencipta sesuatu yang baru dan bermanfaat.