Selasa, 21 Agustus 2018, WIB


Guru sebagai pendidik pada jenjang satuan pendidikan dasar dan menengah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik, sehingga menjadi diterminan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Sedemikian pentingnya peranan guru dalam pendidikan, diwujudkan dalam Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik.

Untuk merealisasikan amanah undang-undang sebagaimana dimaksud, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan program peningkatan kompetensi bagi semua guru, baik yang sudah bersertifikat maupun belum bersertifikat. Untuk melaksanakan program tersebut, pemetaan kompetensi telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) pada tahun 2015 di seluruh Indonesia sehingga dapat diketahui kondisi objektif guru dan kebutuhan peningkatan kompetensinya

Rerata Hasil UKG 2015, UKG 2016 dan UKG 2017 untuk setiap jenjang pendidikan, secara umum digambarkan pada Tabel

 

 

Tabel.  Rerata Hasil UKG tahun 2015, 2016 dan 2017 untuk setiap jenjang pendidikan

Sumber Data : Ditjen GTK

Berdasarkan data tersebut terlihat bahwa program peningkatan kompetensi guru yang diselenggarakan oleh Ditjen GTK dalam bentuk Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar pada tahun 2016 dan dilanjutkan dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan pada tahun 2017 memberikan dampak signifikan yang ditunjukkan dengan kenaikan hasil UKG melalui tes akhir pada tahun 2017.

PPPPTK IPA sebagai unit pelaksana teknis dari kementrian pendidikan dan kebudayaan di bawah Ditjen GTK mempunyai andil dalam meningkatkan kompetensi guru. Program Peningkatan Kompetensi Guru adalah upaya peningkatan kompetensi guru yang melibatkan Pemerintah serta partisipasi publik yang meliputi pemerintah daerah, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri, organisasi kemasyarakatan, serta orangtua siswa, dalam bentuk kegiatan pelatihan, kegiatan kolektif guru, dan kegiatan lain yang mendukung.Pelaksanaan Program Peningkatan Kompetensi Guru yang dilaksanakan PPPPTK IPA diantaranya adalah  program Guru Pembelajar, Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, Program Kurikulum 2013 bagi Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah serta program unggulan PPPPTK IPA yaitu Inquiry Based Learning (IBL) dan  Science Technology Engineering and Mathematic (STEM).

Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar dilaksanakan menggunakan pendekatan andragogi dengan menerapkan metode diskusi, ceramah, dan penugasan untuk menguasai materi pembelajaran secara tuntas. Pelaksanaan program untuk mata pelajaran/paket keahlian tertentu akan dilengkapi dengan kegiatan praktik. Pelaksanaan Program Peningkatan Kompetensi Guru tahun 2018 pada Program Kurikulum 2013 meliputi wilayah sasaran Kalimantan yaitu Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan tahun 2018, PPPPTK IPA dilaksanakan untuk wilayah sasaran Papua dan Papua Barat serta program kemitraan dengan dinas kabupaten dan kota di Indonesia.

PPPPTK IPA sebagai UPT Kemendikbud yang menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi Guru IPA, menyadari peningkatan kualitas pembelajaran IPA harus sejalan dengan tantangan pada abad 21. Pembelajaran abad 21 memiliki karakteristik : 1) pendekatan pembelajaran berpusat pada peserta didik, 2) peserta didik dibelajarkan untuk mampu berkolaborasi, 3) materi pembelajaran terhubung dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, 4) memfasilitasi peserta didik bertanggung jawab dan terlibat dalam lingkungan sosialnya. Berdasarkan latar belakang tersebut PPPPTK IPA menginisiasi program unggulan  yang dapat mengakomodir karakteristik pembelajaran abad 21 yaitu pendekatan Inquiry Based Learning (IBL) dan Science Technology Engineering and Mathematic (STEM).Pendekatan pembelaaran dengan IBL dan STEM fokus pada proses pembelajaran pemecahan masalah dalam kehidupan nyata, berpusat pada peserta didik dimana peserta didik terlibat langsung, berkolaborasi untuk memahami konsep, prinsip, mengembangkan produk, proses dan sistem yang memberikan manfaat untuk kehidupan manusia.