Selasa, 17 September 2019, WIB "PPPPTK IPA SIAP MEMBANGUN ZONA INTEGRITAS MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI"

Kamis, 27 Jun 2019, 13:40:47 WIB, 1612 View Administrator, Kategori : Diklat

 

Direktorat Pembinaan SMA melakukan kerja sama dengan PPPPTK IPA dalam rangka memberikan pembekalan tentang Implementasi Pembelajaran STEAM kepada 650 kepala sekolah SMA yang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Bantuan Pemerintah SMA Zonasi Tahun 2019. Kegiatan ini dilakukan pada periode Juni 2019 di region Solo, Jakarta, Medan, Makasar,  dan Surabaya. Pada kesempatan ini, tim narasumber PPPPTK IPA yang terdiri atas Dr. Eneng Susilawati, M.Sc., Dr. Asep Agus Sulaeman, M.T., Arief Husein Maulani, M.Si, Soni Sukendar, M.Si., MT., dan Dr. Lina Herlina, M.Pd. menyampaikan  konsep pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, & Mathematic)s dan contoh keberhasilan implementasinya di SMA.

Disampaikan oleh Drs Purwadi Sutanto, M.SI., Direktur Pembinaan SMA, “PPPPTK IPA telah berpengalaman dalam mengembangkan dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis STEAM, baik di SMP maupun di SMA, sehingga perlu berbagi pengetahuan dan keterampilannya kepada seluruh SMA di Indonesia, terutama SMA zonasi yang sudah memenuhi SNP.” Beliau juga berharap kepala SMA yang mengikuti bimbingan teknis dapat mendorong gurunya untuk mengimplementasikan pembelajaran ini dengan baik, selanjutnya mereka dapat mengimbaskan pada SMA lain di zonanya masing-masing. Seperti telah diketahui, pembelajaran berbasis STEAM merupakan strategi pembelajaran yang sedang berkembang saat ini karena relevan untuk dapat memenuhi kebutuhan kompetensi sumber daya manusia  agar dapat bersaing di era revolusi 4.0.

PPPPTK IPA telah menggembangkan model pelatihan pembelajaran berbasis STEM kepada guru IPA SMP dan SMA melalui program Program Pemberdayaan KKG dan MGMP yang disingkat menjadi P2KM. Pada tahun 2018, PPPPTK telah melatihkan implementasi STEM kepada 160 guru IPA SMP dan SMA yang menjadi guru inti dari 80 MGMP di seluruh Indonesia. Selanjutnya, masing-masing MGMP wajib mendiseminasikannya kepada minimal 20 guru imbas. Artinya, di tahun 2018 telah dilatihkan pembelajaran STEM kepada 3.200 guru di Indonesia.

P2KM sendiri telah dijalankan sejak tahun 2010 dengan tujuan memfasilitasi kegiatan MGMP melalui penguatan kompetensi pedagogik serta profesional pengurus dan guru inti KKG dan MGMP agar dapat menjadi narasumber bagi anggotanya. Selanjutnya, mereka menjadi fasilitator di setiap kegiatan MGMP. Artinya, program ini melatih dua guru di setiap KKG dan MGMP, selanjutnya mereka menularkan kemampuannya kepada teman-temannya. Sedikitnya terdapat dua manfaat kegiatan ini, yaitu 1) memfasilitasi pencapaian kompetensi guru anggota dan 2) KKG dan MGMP menjadi organisasi aktif dalam upaya pemecahan permasalahan pembelajaran.